Inseleb.com - Berpuasa bagi penderita maag tentu berbeda jika dibandingkan dengan orang yang memiliki kondisi tubuh yang prima.
Ya, berpuasa bagi penderita maag sering kali menyembuhkan.
Namun, berpuasa bagi penderita maag juga dapat memicu dilarikan ke rumah sakit karena memiliki masalah serius pada lambung.
Terdapat dua jenis sakit maag yang perlu diketahui sebelum memutuskan untuk menjalankan puasa.
Sakit maag dalam medis disebut dispepsia yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu dispepsia organik (kelainan anatomi lambung) dan dispepsia fungsional (kerusakan fungsi lambung), yang dapat dideteksi dengan endoskopi.
Penderita maag yang tergolong dispepsia fungsional biasanya hanya mengalami disfungsi lambung yang tidak mengganggu anatomi lambung, sehingga cenderung sembuh saat berpuasa.
Hal tersebut dipicu arena perasaan dan emosi lebih bisa diatur saat berpuasa.
Hal lain adalah karena kebiasaan makan makanan pedas di siang hari, yang istirahat, sehingga maag sembuh pada jenis dispepsia fungsional ini.
Namun, jika pada pemeriksaan endoskopi ditemukan asam yang termasuk kategori dispepsia organik, seperti radang lambung, polip, tumor, luka lambung, tetap harus berkonsultasi ke dokter jika masih ada keinginan untuk berpuasa.
Puasa tidak dianjurkan saat penderita maag perlu minum obat untuk mengontrol produksi asam lambung yang berlebih.
Selain itu, jika kamu sering buang air besar berwarna hitam, bisa jadi itu tandanya darah dari luka lambung sudah bercampur dengan asam lambung.
Berpuasa justru tidak dianjurkan jika terdapat luka pada lambung yang harus diberikan obat.
Saat memaksakan puasa ketika ada luka pada lambung yang harus ditekan oleh obat, dapat berpotensi membuat luka pada lambung semakin perih tak tertahankan karena terkena asam lambung.
Kesimpulannya, bagi penderita maag dengan jenis dispepsia fungsional, maka berpuasa dianjurkan karena bisa menyembuhkan.