Kak Seto Diserbu Komentar Pedas Setelah Menanggapi Isu Broken Strings

M. Nabil Mamnun - Rabu, 14 Jan 2026 - 11:45 WIB
Kak Seto tuai hujatan usai yang diduga menyinggung Broken Strings Aurelie Moeremans
Kak Seto tuai hujatan usai yang diduga menyinggung Broken Strings Aurelie Moeremans - instagram/@kaksetosahabatanak
Advertisements

INSELEB.COM - Nama Seto Mulyadi atau Kak Seto ikut terseret dalam gelombang perbincangan publik setelah ia membagikan unggahan di Instagram Stories pada Selasa. 13 Januari 2026 yang diduga menyinggung memoar Broken Strings milik Aurelie Moeremans.

Bukannya meredakan suasana, unggahan tersebut justru memicu hujatan dan komentar pedas dari warganet yang menilai responsnya tidak menyentuh sisi korban.

Kemarahan publik ini muncul setelah kisah masa lalu Aurelie kembali ramai dibahas.

Dalam sejumlah pembahasan, Aurelie dan ibunya, Sri Sumarti, disebut pernah mendatangi Komnas PA yang berada di bawah binaan Kak Seto, namun disebut tidak mendapatkan kejelasan atas hasil mediasi yang dilakukan.

Advertisements

Dari sini, warganet kemudian membanjiri kolom komentar akun Kak Seto dengan kritik, menuntut penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada masa itu.

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia tersebut menuliskan penjelasan panjang di Instagram Stories. Ia meminta masyarakat menyikapi isu ini dengan kepala dingin dan tidak memelintir fakta.

“Mohon kepada para sahabat semua, kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang ternih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru,” tulis Kak Seto.

Ia juga menekankan bahwa pada masanya pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin sesuai kemampuan dan tanggung jawab saat itu, seraya menyebut setiap peristiwa menyisakan luka, proses, dan pembelajaran.

Advertisements

“Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu. Kami memahami bahwa setiap peristiwa menyisakan luka, proses, dan pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat,” lanjutnya.

Kak Seto kemudian menambahkan bahwa jika kasus lama kembali diangkat pada 2026, ia berharap hal tersebut tidak dijadikan ruang saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta.

“Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya hal itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya,” tulisnya.

Namun respons itu malah menyalakan emosi warganet. Banyak yang menilai pernyataan tersebut terdengar defensif dan tidak menunjukkan empati terhadap korban.

Advertisements

Salah satu netizen menyoroti bagian di memoar Aurelie yang menurutnya sudah cukup “menahan diri” saat menggambarkan pihak-pihak yang dulu menanganinya, tetapi kini justru merasa Kak Seto seperti memposisikan diri sebagai pihak yang diserang.

“Di buku Aurelie udh baik banget ketika part kalian saling cinta kan dia tulis mereka pikir itu bentuk kepedulian. Aku menyebutnya ketidaktahuan. Itu udah baik banget ditulis tidak tahu, sekarang malah oppa oppa vintage ini play victim mari kita bersikap lebih bijak adil dan berempati eluuu duluan yaaaa yang ga bijak adil dan berempati,” tulis akun @ari***.

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements
Konten dibawah ini adalah iklan platform MGID. Inseleb.com tidak terkait dengan materi konten ini.

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements