INSELEB.COM - Perbincangan soal Broken Strings masih bergulir kencang di media sosial.
Memoar Aurelie Moeremans itu memang menyita perhatian karena memuat pengakuan personal yang sensitif, termasuk pengalaman pahit yang ia tulis sebagai bagian dari upaya berdamai dan memulihkan diri.
Namun, di tengah atensi yang makin besar, Aurelie melihat arah diskusi mulai melenceng.
Sejumlah pembaca justru sibuk menautkan karakter-karakter dalam buku ke sosok tertentu di dunia nyata.
Nama “Bobby” hingga tokoh lain seperti Jo, Mama Jo, Kelly, Milo, Zane, dan Tom ramai dijadikan bahan tebak-tebakan, bahkan ada pihak yang merasa tersenggol oleh kemunculan karakter tersebut.
Situasi itu membuat Aurelie akhirnya buka suara.
Lewat Threads, ia menyampaikan satu permintaan yang menurutnya penting: hentikan kebiasaan menjadikan buku itu sebagai alasan untuk menyerang orang lain.
“Please.... Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings. Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan,” tulisnya.
Aurelie mengaku tidak nyaman melihat banyak asumsi beredar tanpa dasar yang jelas.
“Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku nggak enak bacanya,” lanjutnya.
Ia menegaskan, inti Broken Strings bukan membongkar identitas siapa pun.
Baginya, yang lebih penting adalah pesan yang ia bawa—tentang pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang ia bagikan dengan jujur, bukan ruang untuk menghakimi apalagi “menggeruduk” orang yang dicurigai.
“Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa-siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur,” ungkap Aurelie.
Ia juga menyinggung kemungkinan ada orang yang mengklaim dirinya sebagai karakter tertentu.