Ia menilai penting untuk melihat urgensi dan makna adegan tersebut terhadap keseluruhan film.
“Menurutku yang penting itu kebutuhan filmnya. Kalau memang adegannya punya alasan kuat dan berdampak pada cerita, baru didiskusikan. Tapi kalau tidak perlu, ya enggak usah. Aku pribadi juga masih membatasi diri untuk adegan yang terlalu intimate,” lanjutnya.
Advertisements
Yoriko menambahkan, semua hal semacam itu selalu bisa dibicarakan bersama sutradara dan tim produksi.
“Aku rasa belum waktunya juga buat aku. Mungkin lebih ke pilihan pribadi aja,” tutupnya dengan senyum.
*Peserta Magang Kemnaker Batch 1
Advertisements