Aktris muda penuh talenta, Yoriko Angeline, semakin menegaskan langkahnya di industri perfilman Indonesia.
Namanya mulai dikenal luas lewat karakter Wati dalam film populer Dilan. Kini, ia memilih untuk lebih serius meniti karier di ranah film dan serial web, alih-alih sinetron.
“Sinetron aku belum pernah, jujur. Selama ini memang lebih banyak main di film dan series. Belakangan juga lebih sering terlibat di film,” ujar Yoriko, Rabu, 11 November 2025.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Yoriko, proses produksi film memberikan ruang eksplorasi yang lebih dalam dan pengalaman akting yang lebih bermakna.
Ia mengaku menikmati tantangan serta kedalaman emosi yang dihadirkan dalam setiap proyek layar lebar.
“Aku merasa film itu pengalaman mainnya lebih terasa. Prosesnya serius, banyak belajar dari orang-orang hebat juga. Jadi rasanya menyenangkan banget,” ucapnya.
Hingga kini, Yoriko telah membintangi sekitar belasan judul film, dan setiap proyek menurutnya membawa pelajaran baru.
Dalam perjalanan kariernya, Yoriko selalu berusaha menjauh dari zona nyaman. Ia cermat memilih peran yang menantang dan berbeda dari karakter sebelumnya, agar tidak terjebak dalam citra yang sama.
“Sebelum ambil tawaran, aku pasti baca naskahnya dulu. Biasanya aku tertarik kalau karakternya belum pernah aku mainkan sebelumnya. Dulu aku sempat sering dapat peran anak SMA, jadi sekarang pengin cari sesuatu yang baru,” tuturnya.
Salah satu impian yang belum sempat ia wujudkan adalah bermain dalam film laga (action). Minat itu muncul karena kegemarannya berolahraga yang membuatnya siap untuk peran dengan tuntutan fisik tinggi.
“Dari dulu pengin banget dapat peran action. Aku senang olahraga, jadi pasti seru kalau bisa ikut workshop atau latihan fisik buat peran seperti itu. Semoga nanti ada kesempatan,” kata Yoriko berharap.
Meski begitu, ia tak menutup diri untuk menjajal berbagai genre lain.
“Genre yang aku mainin juga berubah-ubah. Ada horor komedi, ada juga proyek lain dengan karakter yang benar-benar berbeda. Aku memang suka pilih yang ceritanya unik dan karakternya menantang,” tambahnya.
Terkait batasan dalam berakting, terutama untuk adegan yang bersifat intim, Yoriko menegaskan bahwa semuanya bergantung pada konteks cerita.