INSELEB.COM - Komedian Sule akhirnya angkat bicara dengan nada lebih tegas soal polemik harta warisan almarhumah Lina Jubaedah yang kembali mencuat.
Ia mengaku sudah cukup lama memilih diam, tetapi kini merasa perlu meluruskan pandangannya karena persoalan tersebut terus bergulir dan menyeret banyak pihak.
Sule mempertanyakan dasar klaim Teddy Pardiyana terhadap aset-aset yang dipersoalkan.
Ia menyoroti durasi pernikahan Lina dengan Teddy yang menurutnya berlangsung singkat setelah Lina bercerai darinya.
Oleh karena itu, ia merasa janggal apabila muncul pembahasan mengenai harta bersama dalam waktu yang tidak panjang.
“Ini kan 6 tahun itu saya sudah diam. Akhirnya kan sekarang jadi tahu proses dapatnya almarhumah itu seperti apa,” ujar Sule di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.
Ia lalu menjelaskan, menurutnya klaim harta bersama akan lebih masuk akal apabila Lina membangun rumah tangga baru dalam rentang waktu yang cukup lama setelah perceraiannya dengan Sule, sehingga ada kesempatan wajar bagi pasangan untuk mengumpulkan aset bersama.
“Kecuali begini, sudah bercerai dengan saya, lalu satu tahun atau berapa tahun baru menikah. Nah itu baru, mereka kan pasti akan menjalankan rumah tangga dan mengumpulkan harta mereka berdua. Nah ini kan posisi dia masih menikah dengan saya,” lanjutnya.
Selain mempertanyakan aspek aset, Sule juga mengungkapkan kekesalannya karena isu ini disebut turut merepotkan anak-anaknya, termasuk Rizky Febian dan Putri Delina, yang menurutnya berkali-kali terseret dalam urusan tersebut.
Lebih jauh, Sule menekankan soal tanggung jawab orang tua terhadap anak.
Ia menyampaikan bahwa seorang anak semestinya memperoleh hak dari ayah kandungnya, bukan menggantungkan harapan pada harta yang berasal dari masa lalu sang ibu.
“Pesan saya gini, kalau Bintang mau warisan, ya warisan dari bapaknya lah. Masa ngandelin warisan dari ibunya, toh ibunya juga hartanya dari suami sebelumnya,” ucap Sule.
Meski demikian, Sule menegaskan ia tidak pernah melarang anak-anaknya untuk menunjukkan kasih sayang atau membantu Bintang.
Namun, ia menekankan bahwa keputusan memberi bantuan adalah pilihan, bukan kewajiban, sebab tanggung jawab utama tetap berada pada ayah kandung.