Ada yang menilai Sule terlalu sensitif karena sebagai komedian ia seharusnya siap menerima candaan balik.
Namun, banyak pula yang mulai memahami bahwa komedian pun manusia biasa yang memiliki batas emosi.
Fenomena ini membuka percakapan lebih luas mengenai 'batas humor dalam dunia hiburan'.
Dalam industri yang menuntut tawa setiap hari, tak sedikit pelaku seni yang akhirnya merasa tertekan dengan citra bahwa mereka harus selalu kuat.
Padahal, tekanan mental dan pengalaman hidup masing-masing artis berbeda.
Beberapa praktisi psikologi hiburan menyatakan bahwa roasting yang tidak dikendalikan dapat memunculkan efek negatif seperti kecemasan, rasa malu berkepanjangan, hingga trauma sosial.
Terlebih jika materi yang digunakan menyentuh pengalaman pribadi seperti perceraian, hubungan keluarga, hingga kondisi finansial yang sempat sulit.
Sule sendiri menegaskan bahwa dirinya tetap terbuka untuk bercanda, tampil, dan menghibur namun dalam batas wajar yang tetap menghormati perasaan manusia.
“Saya tetap komedian dan saya tetap ingin bikin orang ketawa," ujarnya.
"Tapi bukan berarti saya harus menerima semua bentuk candaan dan kita harus saling menghormati,” tutupnya.