INSELEB.COM – Kabar mengenai Sule yang disebut-sebut menolak untuk di-roasting dan kemudian dicap 'baperan' kembali menjadi perbincangan hangat.
Situasi ini mencuat setelah seorang komika mengungkap bahwa Sule sempat mempertimbangkan ulang keterlibatannya dalam sebuah segmen roasting yang disiapkan untuk acara komedi.
Imbas keputusan itu, ia bahkan dikabarkan batal tampil dalam beberapa proyek.
Namun, dalam penjelasan terbarunya melalui unggahan video singkat, Sule menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan semata-mata karena ia 'tidak kuat dibercandain'.
Ia menilai bahwa ada batas-batas tertentu dalam humor yang perlu dipahami, terutama ketika menyangkut sisi personal seseorang yang berkaitan dengan keluarga, kesehatan mental, dan perjalanan hidup.
“Saya ini sudah bertahun-tahun hidup dengan dunia komedi dan saya tahu mana yang lucu, mana yang sekadar menyakiti," ujarnya.
"Saya bukan marah, tapi saya menjaga,” tambah Sule.
Menurutnya, roasting sejatinya adalah seni menyampaikan kritik dengan cara jenaka.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, gaya roasting di Indonesia kerap bergeser menjadi ejekan yang membuka luka personal atau isu sensitif seseorang.
Sule merasa hal itu bukan hanya berdampak pada dirinya sebagai individu, tetapi juga pada keluarganya yang ikut merasakan tekanan sosial.
“Kalau bercanda, bercanda aja," ujarnya.
"Tapi kalau sudah menyentuh ranah yang membuat orang di rumah ikut sedih, ya saya harus memilih," kata dia.
"Saya bukan baper, saya menjaga yang harus dijaga,”** lanjutnya.
Sikap tersebut memancing dua pandangan publik.