INSELEB.COM - Nama Nadine Gaus belakangan ramai dibicarakan di media sosial setelah muncul spekulasi mengenai kepemilikan Wearing Klamby, label modest fashion yang ia dirikan.
Perbincangan itu mencuat tidak lama setelah Nadine mengabarkan bahwa pernikahannya yang telah berjalan selama satu dekade berakhir.
“10 years of marriage ended faster than I ever imagined,” tulis @nadineg***.
Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang memastikan bahwa kepemilikan Klamby telah berpindah ke tangan mantan suaminya. Isu tersebut sejauh ini masih berada pada level spekulasi warganet.
Di balik riuh isu yang berkembang, Nadine dikenal sebagai sosok di balik lahirnya Wearing Klamby.
Sejumlah profil bisnis menyebut ia adalah founder sekaligus creative director brand tersebut, yang selama ini dikenal lewat busana modest dengan sentuhan budaya Nusantara.
Label itu tumbuh menjadi salah satu nama besar di industri fesyen muslim lokal dan berhasil memperluas panggungnya hingga level internasional.
Perjalanan Nadine membangun usaha tidak dimulai dari bisnis besar.
Saat masih kuliah, ia mulai berjualan pakaian preloved secara daring setelah keluarganya menghadapi tekanan ekonomi akibat ayahnya terkena pemutusan hubungan kerja.
Dengan modal terbatas, ia membeli pakaian bekas, membersihkannya, lalu menjualnya kembali melalui media sosial.
Dari usaha kecil itulah langkah awal bisnisnya terbentuk, sebelum kemudian berkembang menjadi merek fesyen sendiri.
Dari sisi latar belakang, Nadine Gaus yang bernama lengkap Nadine Kusuma Permatasari Cikita Gaus disebut lahir pada 25 Agustus 1992.
Ia menempuh pendidikan Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, lalu memperdalam minatnya di dunia mode dengan belajar desain di ESMOD Jakarta.
Jalur pendidikan itu menunjukkan bahwa fondasi bisnis dan kreativitasnya tumbuh beriringan.