Karena itulah, perawatan tambahan dibutuhkan untuk membantu menjaga tekstur kulit tetap lentur dan tampilannya tetap hidup.
2. Jangan hanya disimpan, sepatu kulit perlu dipakai
Berbeda dengan anggapan bahwa sepatu kulit akan lebih awet jika jarang digunakan, Andre justru menilai pemakaian rutin dapat membuat sepatu tampak semakin menarik.
Menurutnya, bekas lipatan dan perubahan warna halus yang muncul dari pemakaian adalah bagian dari karakter alami bahan kulit.
“Sepatu kulit semakin dipakai justru semakin bagus karena bekas-bekasnya itu yang bikin karakter,” ujarnya.
Karakter tersebut, menurut Andre, justru menjadi daya tarik utama sepatu kulit. Karena itu, menyimpan sepatu terlalu lama tanpa digunakan bukan selalu menjadi pilihan terbaik.
3. Perhatikan tempat penyimpanan agar tidak lembap
Faktor lingkungan penyimpanan juga sangat menentukan usia pakai sepatu kulit.
Jika diletakkan di tempat yang lembap, bahan kulit lebih rentan ditumbuhi jamur dan mengalami penurunan kualitas.
Untuk mencegah hal itu, Andre menyarankan penggunaan silica gel saat menyimpan sepatu, baik di dalam kotak maupun di lemari.
“Kalau bisa simpan di box yang ada silica gel-nya. Kalau di lemari juga pastikan ada silica gel,” katanya.
Silica gel membantu menyerap kadar air di sekitar sepatu. Dengan begitu, risiko kerusakan akibat kelembapan dapat ditekan dan bentuk sepatu pun lebih terjaga.
4. Hindari menyimpan sepatu terlalu lama tanpa rotasi pemakaian