Selain berdampak pada bahan kulit, penyimpanan yang terlalu lama juga bisa memengaruhi bagian konstruksi sepatu.
Andre mengingatkan bahwa meskipun sebuah sepatu dibuat dengan jahitan, sebagian komponennya tetap memakai lem sebagai perekat tambahan.
“Sepatu walaupun sudah dijahit tetap ada lemnya. Lem itu juga ada umurnya,” tuturnya.
Apabila dibiarkan terlalu lama, terutama di tempat dengan suhu panas, kualitas lem dapat menurun. Kondisi itu berisiko membuat bagian tertentu sepatu mudah terlepas.
Karena itu, sepatu sebaiknya tetap dipakai secara berkala agar kondisinya tidak menurun akibat terlalu lama menganggur.
Pada akhirnya, merawat sepatu kulit tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit.
Kunci utamanya terletak pada konsistensi, mulai dari menjaga kelembapan bahan, memakainya secara teratur, hingga memastikan tempat penyimpanannya tetap kering.
Dengan kebiasaan yang tepat, sepatu kulit dapat bertahan lebih lama dan terus menampilkan pesona klasik yang menjadi keunggulannya.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1