INSELEB.COM - Youtuber Indonesia, Atta Halilintar kembali mencuri perhatian publik dengan gebrakan terbarunya di dunia olahraga hiburan.
Youtuber sekaligus selebiriti ini sukses mendatangkan mantan bintang Barcelona, Gerard Piqué, ke Indonesia untuk turut meramaikan Pendekar League, liga mini sepak bola 7 vsâ¯7 yang digagasnya.
Kehadiran Piqué membuat atmosfer kompetisi menjadi jauh lebih hidup dan profesional, sekaligus memberi kesempatan bagi talenta muda bersinar di panggung internasional.
Pendekar League digelar pada 15–16 November 2025 di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur.
Atta Halilintar menyebut liga ini sebagai gabungan antara hiburan, olahraga, dan pencarian talenta, sekaligus menjadi wadah untuk menemukan pemain berbakat yang bisa mewakili Indonesia di kancah internasional.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Atta menceritakan kronologi kedatangan Piqué yang terbilang cepat dan mengejutkan.
"Saya datangkan Piqué buat membantu seleksi di Indonesia," ucap Atta Halilintar.
"Jadi aku tuh kaget. Aku itu tiba-tiba di-DM sama Puyol, Carles Puyol nge-DM aku terus bilang salah satu temannya pengin namanya berjumpa, tiba-tiba aku lihat DM-nya Piqué. Wow. Waktu dia DM, aku langsung kaget dan tiba-tiba dia udah di Jakarta gitu. Jadi, aku nggak, enggak ada prepare harus begini begitu," ungkap Atta.
Dalam waktu singkat, Piqué sudah berada di Jakarta, siap membantu proses seleksi pemain dan mengumumkan kualifikasi Kings World Cup untuk Brasil, dengan Indonesia menjadi bagian dari kompetisi ini.
Atta menyebut bahwa kedatangan Piqué sama sekali tidak membutuhkan persiapan rumit, dan sikapnya yang rendah hati membuat kolaborasi ini terasa tulus.
"Saya sangat bersemangat berada di sini di Indonesia dan mengumumkan kualifikasi Kings World Cup untuk Brazil, dan Indonesia menjadi bagian dari kompetisi ini," kata Piqué.
Piqué hadir bukan hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga terlibat dalam seleksi pemain.
Kehadiran legenda sepak bola ini memberi legitimasi profesional sekaligus motivasi bagi para peserta.
Menurut Atta, Piqué sangat rendah hati dan tidak meminta fasilitas mewah, menunjukkan sikap profesional yang membuat kolaborasi ini terasa tulus.