INSELEB.COM - Kepergian penyanyi Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya.
Di balik perjuangannya melawan penyakit, tersimpan pula kisah tentang upaya Vidi untuk tetap menjaga kedekatan dengan Tuhan.
Hal itu diungkapkan oleh Habib Husein Ja’far Al Hadar saat menghadiri pemakaman Vidi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Habib Jafar mengenang bahwa dalam beberapa tahun terakhir Vidi sering berdiskusi dengannya mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan ibadah.
Terutama bagaimana tetap menjalankan kewajiban agama di tengah kondisi kesehatan yang menurun.
“Semua kenangannya lebih ke sifat beliau bertanya tentang ibadah, tentang cara berwudu di tengah sakitnya, cara salat di tengah sakitnya. Semua selama beberapa tahun ini beliau pertanyaannya soal ibadah saja,” ujar Habib Jafar.
Menurut Habib Jafar, perhatian Vidi terhadap ibadah menunjukkan kesungguhan almarhum untuk tetap menjalankan kewajiban agama meskipun sedang menghadapi ujian kesehatan yang berat.
Ia menilai sikap tersebut menjadi salah satu kenangan paling berkesan dari sosok Vidi.
Dalam kesempatan yang sama, Habib Jafar juga menyinggung perjalanan panjang Vidi dalam menghadapi penyakitnya.
Penyanyi berusia 35 tahun itu diketahui telah berjuang melawan kanker ginjal selama sekitar enam tahun.
Habib Jafar kemudian menyampaikan pandangan bahwa dalam ajaran Islam, sakit diyakini dapat menjadi salah satu cara penghapusan dosa bagi seorang hamba.
“Mengingat perjuangan beliau selama enam tahun sakit. Sakit itu dalam Islam diyakini menggugur dosa. Insyaallah kembali kepada Allah terbebas dari dosa,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak orang mengenal Vidi sebagai pribadi yang baik dan ramah.
Menurutnya, kesaksian tersebut dapat menjadi doa yang baik bagi almarhum.