INSELEB.COM - Insiden mengejutkan terjadi dalam rangkaian kegiatan Miss Universe 2025 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada Selasa, 4 November 2025.
Dalam sebuah siaran langsung jelang sesi penyelempangan, Direktur Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisil, kedapatan memarahi dan menyebut Miss Universe Mexico, Fatima Bosch, sebagai dumbhead di depan para kontestan lain.
Kejadian itu langsung memicu ketegangan di ruangan, karena Fatima disebut hanya mengikuti arahan dari negaranya terkait promosi host country.
Cara Nawat menegur yang dianggap merendahkan menjadi pemicu utama ketegangan.
Situasi berubah semakin panas ketika Fatima mencoba memberikan penjelasan, namun Nawat memotong dan menegaskan bahwa ia yang memegang kendali, sebelum kemudian memerintahkan keamanan untuk bersiaga.
Akibat perlakuan itu, Fatima memilih meninggalkan ruangan, dan langkahnya kemudian diikuti oleh sejumlah kontestan dari berbagai negara sebagai bentuk solidaritas.
Insiden tersebut bukan sekadar teguran, tapi aksi protes terbuka di panggung Miss Universe.
Para kontestan yang ikut walkout dilaporkan berasal dari Armenia, Bahamas, Belize, Bolivia, Bulgaria, Canada, Costa Rica, Denmark, Iran, Palestine, Panama, Puerto Rico, hingga Spain.
Aksi ini menciptakan apa yang disebut warganet sebagai Miss Universe Rebellion.
Di luar ruangan, Fatima memberikan pernyataan tegas namun tetap menunjukkan sikap profesional.
“Aku sangat mencintai Thailand. Tapi apa yang dilakukan Nawat tidak sopan. Masalah itu bukan denganku, namun aku yang menerima kemarahannya. Itu tidak adil,” ujar Fatima.
Organisasi Miss Universe Mexico merilis dukungan terbuka terhadap aksi Fatima serta kontestan negara lain.
“Kami menjunjung martabat, rasa hormat, dan pemberdayaan. Perilaku seseorang yang bukan bagian dari organisasi kami tidak mewakili Miss Universe. Meksiko mendukungmu, Fatima," dukungnya.
Tekanan publik yang terus meningkat membuat Nawat akhirnya menyampaikan permintaan maaf di hadapan semua kontestan pada upacara penyambutan berikutnya.