“Saya manusia. Saya juga bisa kehilangan kendali. Jika ada yang merasa tidak nyaman, saya meminta maaf," ungkap Nawat.
Namun, banyak pihak menilai permintaan maaf itu belum menyentuh akar masalah, yaitu perlakuan terhadap perempuan di ruang publik, terutama dalam ajang yang mengusung pemberdayaan.
Advertisements
Miss Universe Organization kemudian membatasi peran Nawat dari kegiatan resmi kompetisi hingga situasi mereda dan evaluasi internal dilakukan.
Dengan insiden ini, Miss Universe 2025 memulai babaknya dengan sorotan yang jauh lebih keras daripada sekadar kontes kecantikan.
Hal tersebut menjadi panggung soal harga diri, solidaritas, dan keberanian membela sesama.
*)Peserta Magang Kemenaker Batch 1
Advertisements