Dewi Perssik Akhirnya Buka Suara Usai Dibully soal Pernyataan Bencana Aceh dan Lumajang

gambar-user/Oojl1RGawhBlEnfg39y6E5W9uldUTftU6w0X0J4y.jpg
Wahyu Agil Permana - Selasa, 23 Des 2025 - 14:20 WIB
Dewi Perssik akhirnya memberikan klarifikasi setelah pernyataannya soal bencana Aceh dan Jawa Timur menuai kritik di media sosial
Dewi Perssik akhirnya memberikan klarifikasi setelah pernyataannya soal bencana Aceh dan Jawa Timur menuai kritik di media sosial - instagram.com/@dewiperssik9
Advertisements

INSELEB.COM - Pedangdut Dewi Perssik kembali menjadi perbincangan publik setelah pernyataannya terkait bencana banjir di Aceh dan sejumlah wilayah di Jawa Timur menuai reaksi keras dari warganet.

Ucapan tersebut muncul dalam sebuah siaran langsung di media sosial dan kemudian viral setelah beredar dalam bentuk potongan video.

Kontroversi bermula saat Dewi Perssik melakukan siaran langsung melalui akun TikTok pribadinya, Senin, 22 Desember 2025.

Dalam tayangan tersebut, ia menanggapi komentar warganet yang membahas penanganan bencana di Aceh dan wilayah Jawa Timur seperti Lumajang serta Jember.

Advertisements

Potongan video siaran langsung itu kemudian diunggah ulang oleh sejumlah akun, salah satunya akun TikTok @beritavira***.

Dalam cuplikan yang beredar luas, Dewi Perssik terdengar membandingkan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Aceh dengan kondisi di Lumajang dan Jember yang juga terdampak bencana, namun belum mendapatkan kunjungan langsung.

“Masih mending kamu didatengin Aceh sama Presiden tiga kali. Kita di Lumajang, Jember belum didatengin, tapi nggak berisik,” ucap Dewi Perssik dalam potongan video tersebut.

Pernyataan tersebut langsung memicu kritik dari warganet.

Advertisements

Banyak yang menilai Dewi kurang sensitif karena membandingkan dua wilayah terdampak bencana yang memiliki tingkat kerusakan dan urgensi berbeda.

Sebagian warganet menilai musibah seharusnya tidak dijadikan bahan perbandingan.

Dalam siaran langsung yang sama, Dewi Perssik juga menegur warganet yang menurutnya terlalu sibuk berdebat di media sosial. Ia menyarankan agar energi tersebut dialihkan ke aksi nyata seperti membantu atau berdonasi bagi korban bencana.

Menurut Dewi, situasi bencana seharusnya menjadi momentum untuk saling mendukung, bukan saling menyalahkan.

Advertisements

Ia juga menyinggung peran aparat seperti TNI yang terus bekerja di lapangan untuk membantu para korban.

Namun, alih-alih meredakan situasi, potongan pernyataan tersebut justru memicu gelombang kritik lanjutan.

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements
Konten dibawah ini adalah iklan platform MGID. Inseleb.com tidak terkait dengan materi konten ini.

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements