Olivia Dean hadir dengan nuansa soul-pop yang hangat dan empuk, musik yang terasa seperti pelukan pelan di bahu. Suaranya lembut, tapi punya kekuatan halus yang menenangkan.
Albumnya Messy mendapat pujian tinggi dari kritikus dan memperlihatkan kedewasaan Olivia dalam mengolah rasa.
Ia juga masuk nominasi Rising Star di BRIT Awards, sebuah prediksi masa depan gemilang dari industri Inggris.
Tur Eropa yang terus membesar menunjukkan bahwa Olivia bukan hanya dicintai, tapi juga punya daya jelajah yang kuat.
Ia sedang bersiap masuk pasar Amerika, dan momentumnya terlihat sangat baik.
Olivia Dean adalah tipe artis yang tidak terburu-buru, tapi selalu tepat langkah.
Dan itulah yang biasanya dihargai Grammy, yaitu kualitas yang bertahan lama.
4. Sombr
Nama Sombr mungkin terdengar misterius, tapi justru itulah daya tariknya. Musiknya pelan, melankolis, dan sering menemani pendengar di momen-momen sunyi dan introspektif.
Lagu-lagu .sombre kerap masuk playlist editorial global seperti Lorem dan Indie Chillout, membuatnya dikenal di seluruh dunia tanpa harus gembar-gembor.
Pendengar Gen-Z banyak menjadikan musiknya sebagai latar visual di TikTok, seperti lagunya yang berjudul Back To Friend dan Undressed.
Album debutnya, I Barely Know Her (2025), mendapat pujian luas, bahkan Taylor Swift sempat menyanjung kemampuan penulisan lagunya yang emosional dan jujur.