Amson menambahkan, jika keluarga belum mampu secara ekonomi, biasanya akan ada kesepakatan bersama untuk memakamkan tanpa menyalahi tata adat.
“Sementara kalau keluarga memang belum mampu, akan ada kesepakatan bersama untuk memakamkan. Tidak pernah ada yang menaruh jenazah di depan TV,” sambungnya lagi.
Advertisements
Atas kejadian ini, PMTI menuntut Pandji untuk bertanggung jawab dan segera meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Toraja.
“Kami menuntut Pandji meminta maaf secara terbuka. Ini bukan hanya soal satu suku, tapi pelajaran bagi semua pihak agar tidak seenaknya mempermainkan budaya orang lain, sekalipun dalam konteks humor,” tutup Amson.
(M. Nabil Mamnun/Peserta Magang Kemenaker Batch 1)
Advertisements