INSELEB.COM - Komika Pandji Pragiwaksono mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 3 Februari 2026.
Ia hadir bersama kuasa hukumnya, Haris Azhar, untuk bersilaturahmi sekaligus melakukan tabayyun di tengah polemik materi pertunjukan komedi tunggalnya berjudul Mens Rea yang menuai pro dan kontra serta berujung laporan ke Polda Metro Jaya.
Pertemuan itu berlangsung sekitar satu setengah jam dan berakhir sekitar pukul 17.30 WIB.
Pandji menilai ruang dialog perlu dibuka agar publik tidak berhenti pada penafsiran yang simpang siur.
“Saya di sini berniat untuk bersilaturahmi, kemudian untuk bertabayun, mencoba untuk menjelaskan maksud di balik pertunjukan saya,” ujar Pandji.
Haris Azhar menegaskan kedatangan mereka bukan untuk meminta keputusan atau putusan tertentu, melainkan memberi konteks atas materi dan situasi yang berkembang.
“Tadi kita ke sini sebenarnya niatnya tabayun, silaturahim, menjelaskan situasi yang berkembang belakangan ini,” kata Haris.
Pandji juga menyampaikan bahwa tabayyun tidak hanya sebatas obrolan. Ia mengajak pihak MUI untuk melihat materi Mens Rea agar pembahasan tidak bertumpu pada potongan video yang beredar di media sosial.
Menurutnya, sebagian reaksi publik muncul karena cuplikan yang sudah terlepas dari konteks pertunjukan yang berdurasi sekitar 1,5 jam.
Seusai pertemuan, Pandji mengaku menerima wejangan dari pihak MUI yang ia anggap penting untuk perjalanan kreatifnya ke depan.
“Saya diingatkan bahwa sebagai orang yang berkarya tentu selalu ada ruang untuk jadi lebih baik lagi,” ucap Pandji.
Ia menyatakan tetap ingin berkarya dan menghadirkan pertunjukan yang menghibur, namun berkomitmen lebih peka terhadap dampak dan perasaan publik.
“Karena saya ingin terus berkarya dan karyanya didesain untuk menghibur, maka karya itu harus didesain dengan mempertimbangkan perasaan sebanyak banyaknya orang juga,” tutur Pandji.
Pandji menekankan pertemuannya dengan MUI bukan untuk membela diri, melainkan menyampaikan penjelasan.