INSELEB.COM - Dunia komedi Tanah Air tengah ramai diperbincangkan usai Pandji Pragiwaksono disebut menjadikan adat Toraja sebagai bahan candaan dalam penampilannya.
Potongan video stand up comedy Pandji tahun 2015 berjudul 'Mesakke Bangsaku' mendadak viral kembali di media sosial, terutama di Tiktok.
Dalam video tersebut, memperlihatkan dirinya menyinggung tradisi Rambu Solo atau upacara pemakaman khas masyarakat Toraja.
Pandji terlihat membahas soal mahalnya biaya pesta kematian hingga menyebut banyak warga Toraja jatuh miskin karena memaksakan diri menggelarnya.
“Di Toraja, kalau ada keluarga yang meninggal makaminnya pakai pesta yang mahal banget. Bahkan banyak orang Toraja yang jatuh miskin habis bikin pesta untuk pemakaman keluarganya,” ucap Pandji dalam video Tiktok yang diposting oleh @hallosum*** tersebut.
Tak berhenti di situ, Pandji juga menambahkan bagian lain dari materinya yang dianggap sangat menyinggung masyarakat Toraja.
“Dan banyak yang nggak punya duit untuk makamin, akhirnya jenazahnya dibiarin aja gitu. Ini praktik umum. Jenazahnya ditaruh aja di ruang TV di ruang tamu gitu. Kalau untuk keluarganya sih biasa aja ya, tapi kalau ada yang bertamu kan bingung ya. Nonton apapun di TV berasa horor,” sambungnya.
Candaan itu langsung memicu reaksi keras dari masyarakat, khususnya dari Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) yang merasa adat mereka dilecehkan.
Ketua PMTI Makassar, Amson Padolo, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyayangkan sikap Pandji yang menjadikan adat sebagai bahan humor publik.
“Kami sangat menyayangkan seorang tokoh publik berpendidikan seperti Pandji menjadikan adat Toraja sebagai bahan lelucon,” ujar Amson.
Menurut Amson, ada dua hal dari materi Pandji yang paling melukai hati masyarakat Toraja, yakni pernyataan soal warga yang jatuh miskin karena pesta adat dan jenazah yang disebut disimpan di ruang tamu.
“Ada dua hal yang membuat kami terluka. Pertama, pernyataannya bahwa banyak warga Toraja jatuh miskin karena pesta adat. Kedua, anggapan bahwa jenazah disimpan di ruang tamu atau depan TV. Itu tidak benar dan sangat menyinggung,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Toraja, jenazah tidak pernah disimpan sembarangan seperti yang digambarkan Pandji di atas panggung komedinya.
“Kalau keluarga belum ada rencana untuk menggelar Rambu Solo, maka jenazah akan disemayamkan di sebuah ruangan khusus, bukan di ruang tamu seperti yang disampaikan Pandji,” terangnya.