Dengan demikian, yang paling jelas dari unggahan tersebut ialah pesan agar kematian seseorang, terlebih dalam suasana duka, tidak dijadikan bahan pencitraan.
Sikap Deddy mendapat respons positif dari sejumlah kalangan. Liputan6 melaporkan beberapa figur publik mendukung langkahnya untuk menegur pihak-pihak yang dianggap menumpang perhatian atas wafatnya Vidi.
Respons tersebut menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap keluarga yang berduka masih dianggap penting, terutama ketika ruang digital kerap dipenuhi klaim dan spekulasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
Kedekatan Deddy dengan Vidi memang bukan hal baru.
Dalam beberapa bulan sebelum Vidi wafat, keduanya kerap terlihat bersama, termasuk saat Deddy membantu Vidi di atas panggung ketika kondisi kesehatannya menjadi sorotan publik.
Persahabatan itu juga tampak dalam proyek siniar mereka, PodHub, yang sempat vakum ketika Vidi fokus pada pemulihan.
Latar kedekatan inilah yang membuat reaksi Deddy dipandang sebagai luapan emosi seorang sahabat, bukan sekadar komentar terhadap isu yang sedang ramai.
Pada akhirnya, unggahan Deddy dapat dibaca sebagai pengingat bahwa batas etika seharusnya tetap dijaga, terutama ketika membahas kematian seseorang.
Di tengah banyaknya narasi yang beredar, publik diingatkan untuk tidak mudah percaya pada klaim ramalan yang tidak bisa diverifikasi, apalagi bila dikaitkan dengan musibah yang masih menyisakan luka bagi keluarga dan orang-orang terdekat.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1