INSELEB.COM - The White House lagi-lagi mendapat kecaman usai mengunggah sebuah video yang mencatut lagu salah satu musisi ternama, SZA.
Video tersebut merupakan video kampanye pro Immigration and Customs Enforcement (ICE), yakni badan penegak bea cukai Amerika Serikat yang sedang gencar melakukan operasi migrasi dan deportasi massal.
Video yang dibagikan pada 9 Desember 2025 lalu ini menggunakan potongan lagu “Big Boy” dari SZA.
Atas penggunaan lagunya ini, SZA memberikan reaksi yang menohok melalui akun X pribadinya pada, Kamis, 11 Desember 2025.
Ia mengutip cuitan dari salah satu pengguna X yang mengatakan bahwa cara yang dilakukan the White House demi menyebarkan propaganda dan agenda politiknya dengan memprovokasi seniman adalah tindakan yang menjijikkan.
“Trying to provoke artist to respond in order to help spread propaganda and political agendas is nasty business. Knock it off.” tulis @iamstillpunch.
SZA lantas mengutip cuitan tersebut dan mengamini pernyataan dari cuitan orang tersebut dengan menulis bahwa tindakan tersebut jahat dan membosankan.
“White House rage baiting artists for free promo is PEAK DARK ..inhumanity +shock and aw tactics ..Evil n Boring,” tulis SZA.
Kejadian ini menambahkan SZA dalam daftar panjang artis yang telah menyuarakan protes terhadap the White House karena penggunaan lagu-lagu mereka untuk konten serupa.
Pekan lalu, Sabrina Carpenter baru saja menyuarakan kecamanannya terhadap pemerintahan Donald Trump atas penggunaan lagu “Juno”.
Sebelumnya, Billie Eilish dan Olivia Rodrigo juga menjadi korban pencatutan lagu tersebut.
*Peserta Magang Kemnaker Batch 1