INSELEB.COM - Dunia hiburan kembali dibuat heboh setelah Sabrina Carpenter secara gamblang mengecam The White House atau Gedung Putih karena menggunakan lagunya, “Juno” dalam sebuah video.
Video tersebut berisi kampanye pro Immigration and Customs Enforcement (ICE), yakni badan penegak bea cukai Amerika Serikat yang sedang gencar melakukan operasi migrasi dan deportasi massal.
Pelantun lagu “Manchild” itu mengomentari unggahan X The White House pada Selasa, 2 Desember 2025.
Melalui akun X pribadinya @SabrinaAannLynn, ia menolak dengan keras penggunaan lagunya untuk menguntungkan agenda tidak berperikemanusiaan dari pemerintah itu.
“This video is evil and disgusting. Do not ever involve me or my music to benefit your inhumane agenda,” tulis Sabrina.
Komentar yang dilontarkan oleh Sabrina itu langsung memicu gelombang dukungan dari para penggemar dan mengundang banyak pujian dari netizen.
Sebagian besar netizen mengaku salut atas aksi Sabrina, beberapa bahkan menyarankan agar Sabrina melaporkan konten tersebut atas pelanggaran hak cipta.
“Don’t be scared, copyright strike the White House, we got you,” tulis salah satu pengguna X.
Kasus ini menambah daftar panjang lagu-lagu populer yang disalahgunakan untuk konten politik tanpa persetujuan artis.
Sebab, ini bukan pertama kalinya pihak The White House menggunakan musik dari musisi ternama untuk kampanye operasinya itu.
Sebelumnya, Olivia Rodrigo dan Billie Eilish juga menentang penggunaan karya mereka oleh institusi atau pihak politik tanpa izin.
Gelombang perdebatan juga muncul dari masalah ini, beberapa netizen menyindir penyanyi Amerika lain yang dengan sukarela mengizinkan lagunya dicatut dalam konten-konten propaganda.
“Thank you for having a backbone. Cause there is another lady who simply allows them to use her music but hates to be called maga,” tulis pengguna X lainnya.
*Peserta Magang Kemnaker Batch 1