Meski demikian, ia memilih tidak membeberkan detailnya karena menyangkut ranah pribadi dan sensitif.
Sebagai teman dekat, Richard juga mengaku sudah menegur Inara secara pribadi. Ia tidak menampik bahwa dirinya kecewa dengan kegaduhan besar yang terjadi, terlebih karena kasus itu kini menyeret isu moral dan agama.
“Saya ada omelin, tapi enggak saya umbar. Bagaimanapun saya tetap teman dia. Walau saya enggak membela apa pun yang dia lakukan,” tuturnya.
Lebih jauh, Richard menyebut bahwa dari seluruh pihak yang terseret, sosok yang paling ia sayangkan adalah Wardatina Mawa, istri sah Insan.
Menurutnya, hanya Mawa dan anaknya yang paling dirugikan oleh peristiwa tersebut.
“Bagi saya sendiri saya kecewa. Saya kecewa dan itu hak saya untuk menjawab ya. Beliau kan salah satu orang yang terdekat dengan saya, juga kemarin waktu isu pertama kali juga saya yang bawain waktu 2023. Cuma kejadian jadi seperti ini saya pribadi kecewa,” ungkapnya.
Meski merasa dikhianati secara emosional sebagai teman, Richard menyebut bahwa setiap perbuatan tentu membawa konsekuensi.
Ia berharap pihak-pihak yang terlibat bisa mengambil pelajaran dari munculnya kontroversi ini.
“Apa yang dilakukan pasti selalu ada konsekuensinya ya. Sabar aja sih pasti ada jalannya. Kalau apa yang kita lakukan itu benar. Kalaupun salah kan Allah selalu membuka pintu maaf, yang penting kita selalu mendekatkan diri kepada Tuhan,” pungkasnya.
Kasus ini diprediksi masih akan terus berlanjut setelah perbedaan keterangan antara Inara, Insan, dan Mawa semakin memicu perbincangan publik.
Sementara itu, Richard memastikan bahwa dirinya akan tetap menjaga posisi netral meski memiliki kedekatan personal dengan salah satu pihak.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1