Karena tekanan darah yang terus meningkat dan kondisi neurologis yang tidak stabil, dokter tak bisa melakukan prosedur operasi.
Upaya memberikan oksigen tambahan serta obat-obatan untuk memicu kesadaran Epy pun tidak menunjukkan perubahan berarti.
Keluarga menyebut bahwa sejak memasuki ruang perawatan, Epy sudah berada dalam kondisi semi-koma.
Hingga akhirnya, di tengah keluarga dan para kerabat yang menunggu sambil menyemangati, tanda-tanda kehidupan Epy semakin melemah.
Deniar menyampaikan bahwa detak jantung Epy berhenti beberapa jam setelah dirawat.
“Akhirnya dengan bertahan beberapa jam, beberapa menit, sampai di suatu saat di ruangan itu udah dipenuhi sama keluarga, sama kerabat, terus menyemangati, ya akhirnya di pukul 14:24 dinyatakan detak jantung berhenti dan napas,” tambahnya.
Kabar kepergian Epy segera menyebar luas dan memicu banjir ucapan belasungkawa.
Banyak rekan artis mengenang sosoknya sebagai aktor rendah hati yang selalu memberikan energi positif saat bekerja.
Tak sedikit pula penggemar Preman Pensiun yang merasa kehilangan salah satu tokoh populer yang membangun kekuatan cerita serial tersebut.
Jenazah almarhum dimakamkan pada Kamis, 4 Desember 2025 pagi di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun karya-karya yang ia hasilkan selama puluhan tahun berkarier akan selalu menghidupkan kenangan tentangnya.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1