INSELEB.COM - Ariana Grande mengalami momen mencekam saat premier film Wicked: For Good di Universal Studios Singapore pada 13 November 2025 lalu, yang diselimuti kemewahan dan sorotan media.
Acara karpet kuning yang seharusnya berlangsung megah tiba-tiba berubah kacau ketika seorang pria menerobos barikade pengamanan dan langsung menyerbu Ariana di tengah sorak penonton.
Pria tersebut diidentifikasi sebagai Johnson Wen, warga negara Australia berusia 26 tahun, yang mengenakan pakaian santai dan memeluk Ariana tanpa izin di hadapan publik.
Rekan mainnya, Cynthia Erivo, bereaksi cepat dengan menarik Ariana menjauh dari pelaku dan membantu petugas keamanan menenangkan situasi yang menegangkan di lokasi kejadian.
Video kejadian itu viral di media sosial hanya beberapa menit kemudian, memperlihatkan ekspresi panik Ariana dan keberanian Cynthia yang spontan melindunginya di hadapan kamera.
Tagar #ProtectAriana langsung menjadi trending di berbagai platform seperti X dan Instagram, sementara penggemar di seluruh dunia mengecam lemahnya keamanan acara tersebut.
Pelaku sempat mengunggah video di akun Instagram pribadinya dengan ucapan terima kasih dan menyanjung sang artis tersebut.
“Dear Ariana, thank you for letting me jump on the yellow carpet” ujar pelaku dengan username @pjyamam***.
Unggahan itu dianggap publik sebagai bentuk arogansi karena menunjukkan tidak adanya rasa penyesalan, padahal aksinya sudah menimbulkan ketakutan bagi sang penyanyi.
Setelah ditahan, Johnson Wen didakwa melanggar pasal public nuisance atau mengganggu ketertiban umum, dan kasusnya segera diproses di pengadilan Singapura.
Dalam sidang, Wen mengaku bersalah serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, namun pengakuannya dinilai tidak tulus oleh hakim yang memimpin persidangan.
Hakim menyebut tindakan Wen sebagai bentuk pencarian perhatian publik, bukan kesalahan spontan, karena pelaku sempat menikmati sorotan yang muncul setelah insiden itu.
Akhirnya, pengadilan menjatuhkan hukuman sembilan hari penjara kepada Wen sebagai pelajaran keras agar tidak ada insiden serupa di masa mendatang.
Keputusan itu disambut positif oleh masyarakat Singapura yang menilai penegakan hukum negara mereka tetap tegas, bahkan terhadap pelaku warga asing.