INSELEB.COM - Ketegangan antara Billie Eilish dan Elon Musk kembali memasuki babak baru setelah sang bos Tesla membalas komentar pedas yang dilontarkan penyanyi berusia 23 tahun itu.
Perselisihan tersebut berawal dari kritik Eilish terhadap laporan yang menyebut Musk berpotensi menjadi triliuner pertama di dunia.
Ia menilai kekayaan sebesar itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membantu isu-isu besar yang tengah dihadapi masyarakat global.
Kritik Eilish semakin tajam pada pekan lalu, ketika ia mengunggah sejumlah infografis berisi daftar permasalahan dunia yang menurutnya dapat ditangani jika miliarder seperti Musk berkomitmen lebih besar.
Infografis tersebut memuat isu mulai dari krisis pangan, pelestarian satwa langka, hingga pendanaan untuk berbagai program kemanusiaan skala internasional.
Dalam unggahan yang sama, Eilish menyematkan kalimat bernada kasar yang mengejutkan publik dengan menyebut Musk sebagai “pengecut jalang yang menyedihkan.”
Pada Selasa (18/11), Musk akhirnya buka suara. Ia menanggapi unggahan Eilish melalui platform X, setelah sebuah tangkapan layar dari postingan sang penyanyi kembali beredar luas.
“Dia bukan orang yang paling tajam di gudang,” tulis Musk dalam balasannya.
Komentar itu makin mengarahkan perhatian publik pada hubungan panas dua figur berpengaruh tersebut.
Musk sebagai pengusaha teknologi terkaya, dan Eilish sebagai salah satu musisi muda paling vokal terhadap isu sosial.
Musk sendiri kini berada di jalur menuju predikat triliuner, menyusul persetujuan paket kompensasi Tesla yang bisa memberinya hak atas saham bernilai hampir USD 1 triliun jika target perusahaan tercapai dalam sepuluh tahun ke depan.
Sementara itu, Eilish sudah beberapa kali menyuarakan kritik terhadap para miliarder.
Hal serupa ia lakukan saat menghadiri Wall Street Journal Innovator Awards 2025, karena ia menyerukan pentingnya empati di hadapan sejumlah tokoh kaya dunia.
Pelantun “Birds Of A Feather” itu bahkan berjanji menyumbangkan USD 11,5 juta dari tur konsernya untuk program amal, sekaligus menyoroti ketimpangan yang semakin terasa di berbagai belahan dunia.