Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa dugaan penggelapan tersebut terjadi pada periode 2021 hingga 2022.
Saat keduanya masih menjalankan bisnis bersama.
Namun, angka pasti kerugian masih menunggu hasil audit internal.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi ke pihak kepolisian terkait dugaan tersebut.
Langkah hukum baru akan dipertimbangkan jika proses mediasi tidak membuahkan hasil.
Tasya Farasya sendiri belum memberikan komentar langsung mengenai perkembangan kasus ini.
Ia memilih fokus pada kegiatan bisnis dan konten kecantikannya, sementara proses negosiasi diserahkan sepenuhnya kepada tim kuasa hukumnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik lantaran nilai dana yang disebut mencapai puluhan miliar rupiah.
Sekaligus karena melibatkan dua sosok yang dikenal luas di media sosial.
Pihak Tasya berharap masalah ini dapat diselesaikan secara adil dan profesional tanpa menimbulkan polemik baru di dunia maya.