Fenomena seperti ini mencerminkan bagaimana media sosial kini jadi tempat orang menumpahkan luka pribadi.
"ini nmnya pertengkaran antara luxury ," tulis akun TikTok @Taekook_aloys***.
Tapi banyak juga yang merasa kasus ini menyentuh realita sosial yang lebih luas.
Perempuan di media sosial sering kali berada di posisi sulit.
Mereka dituntut tampil sempurna, namun dikritik saat bersuara terlalu keras.
Selain itu, muncul pula isu profesionalisme influencer.
Agnes sempat menyinggung soal 'blacklist brand' yang bekerja sama dengan Michelle.
Hal itu memunculkan perdebatan baru soal etika kerja sama antara influencer dan sponsor.
Beberapa pengguna menilai langkah itu berlebihan.
Namun, ada juga yang menganggapnya bentuk perlindungan diri di dunia digital yang keras.
Kasus ini menunjukkan bagaimana pergeseran terjadi di dunia hiburan online.
Media sosial bukan lagi hanya soal konten visual.
Kini, emosi dan opini menjadi komoditas baru.