"Gua ga perduli saput di benci se-indonesia raya intinya gua selalu sayang sama lordquuuu," komentar akun TikTok @Mabok.gen***.
Namun di sisi lain, banyak juga yang merasa aneh dengan reaksi publik yang terlalu memihak.
Warganet yang skeptis mempertanyakan mengapa Saput seolah tak menunjukkan rasa bersalah.
"cantik mah pasti di belain mau salahnya gimana tetep di belain heran," komentar akun TikTok @mutiarasha***.
"WKWKWKWK BNYAK AMATTTTTTTT FANSSSNYA," tulis akun TikTok @amandanathaaqi***
Reaksi ini memperlihatkan adanya jurang antara penggemar fanatik dan netizen yang menilai dari sisi moral.
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh fandom di media sosial.
Banyak pengikut yang tetap membela idola mereka apa pun yang terjadi.
Kedekatan yang terbentuk lewat konten sehari-hari membuat batas antara realitas dan hiburan menjadi kabur.
Saput tampaknya sadar betul akan hal itu.
Ia terus mengunggah video dengan gaya ceria dan caption positif, seolah ingin menegaskan bahwa dirinya tetap baik-baik saja meski diterpa badai.
Kini drama antara Saput dan Givic bukan sekadar kisah asmara seleb TikTok.
Ia menjadi cermin bagaimana media sosial membentuk persepsi publik tentang benar dan salah.