“Edit foto dengan outfit dari image 2. Wajah dan kepala pria tersebut tidak dirubah, dengan wajah yang keras, ekspresi kelelahan menatap ke samping. Mengenakan kostum (pada foto kedua) yang setengah hancur, dan helm tergeletak di tanah (pada foto kedua) setengah hancur. Dia jongkok dengan satu lutut di atas tanah berlumpur yang membeku ditutupi salju dengan tangan menahan di atas tanah. Hujan salju tipis turun. Gaya fotografi jurnalistik yang gritty (kasar) dan realistis, pencahayaan alami yang suram, fokus tajam pada ekspresi wajah. Helmnya harus sesuai dengan foto terlampir.”
Kedua prompt Gemini AI ini menunjukkan betapa detailnya kecerdasan buatan memahami instruksi visual.
Hasil akhirnya bahkan membuat banyak orang mengira foto itu adalah cuplikan dari film live action terbaru.
Beberapa kreator di media sosial mengaku terinspirasi membuat seri foto bertema Hero After Battle.
Ada yang mengedit dirinya sebagai Power Rangers merah, biru, bahkan hijau dengan suasana yang lebih dramatis.
Dengan kemampuan ini, prompt Gemini AI makin membuktikan dirinya sebagai alat eksplorasi visual tanpa batas.
Bukan cuma untuk seniman digital, tapi juga buat siapa pun yang ingin mewujudkan imajinasi masa kecil jadi kenyataan digital.
Jadi, kalau dulu kamu pernah bercita-cita jadi Power Ranger, kini saatnya mewujudkannya, tanpa kostum mahal, tanpa studio, cukup dengan satu prompt Gemini AI.
*) Peserta Magang Kemenaker Batch 1