"blunder ga si org ga sadar tu malah jujur," komentar akun TikTok @shy***.
"Penjelasan dia sepanjang live bener” ga make sense apalagi yg ngebanting hp givic karna dia gapunya hp? Hah like what?," tulis akun TikTok @Laili***.
Sebagian warganet merasa klarifikasi itu malah memperkeruh suasana, karena terkesan tidak konsisten dengan bukti yang beredar.
Ada juga yang membela Saput, menilai publik terlalu cepat menghakimi tanpa tahu seluruh cerita.
Netizen: Antara Simpati dan Sinis
Di platform TikTok, komentar membanjiri unggahan yang membahas klarifikasi tersebut.
Sebagian menulis bahwa Saput seharusnya menenangkan diri dulu sebelum bicara.
Sebagian lain justru menyoroti Givic karena membuka aib hubungan ke publik.
"menurut gue cowo nya jg blm dewasa bgt, putus trs live ngomongin cewe nya bareng temen2 nya lg ngelive nya," komentar akun TikTok @de***
Meski begitu, kebanyakan netizen masih merasa gagal paham dengan pembelaan Saput.
Kasus Saput dan Givic ini menunjukkan satu hal, di era media sosial, batas antara urusan pribadi dan konsumsi publik makin tipis.
Sekali klarifikasi diunggah, jutaan orang merasa punya hak menilai.
Klarifikasi yang awalnya dimaksudkan untuk menjelaskan justru membuka pintu baru bagi debat dan cemoohan.