Komentar lain datang dari @syahxxx. “UDAH DI BIKIN CANDU VERSI SELINA KYY," cuitnya.
Ada juga candaan dari akun @Mxxx. "Selina bayar brp bisa dinyanyiin mereka berdua," celetuknya.
Ragam komentar ini menunjukkan lagu tersebut bukan hanya digemari, tapi juga memicu kreativitas dan humor di kalangan netizen.
Fenomena Alamak memberi pelajaran bahwa industri musik kini mengalami pergeseran besar.
Strategi promosi tradisional tidak lagi menjadi satu-satunya jalan.
Dukungan media sosial dan partisipasi publik bisa menjadi kekuatan utama dalam mengangkat sebuah karya.
Bagi Rizky Febian dan Adrian Khalif, tantangan berikutnya adalah menjaga momentum ini setelah lagu resmi rilis pada 3 Oktober.
Jika berhasil, Alamak tak hanya sekadar viral, melainkan juga berpeluang menjadi salah satu rilisan paling penting di tahun 2025.