INSELEB.COM - Tidak semua pakaian harus langsung masuk mesin cuci setelah sekali dipakai.
Kebiasaan ini memang terlihat bersih, tetapi justru bisa mempercepat kerusakan pakaian tanpa disadari. Serat kain yang terlalu sering terkena air dan deterjen akan lebih cepat aus, warna memudar, hingga bentuk pakaian berubah.
Dalam praktik perawatan pakaian modern, ada beberapa jenis outfit yang sebenarnya masih aman digunakan beberapa kali sebelum dicuci.
Kuncinya terletak pada jenis bahan, intensitas pemakaian, serta apakah pakaian tersebut bersentuhan langsung dengan kulit atau tidak.
Salah satu yang paling sering disalahpahami adalah jeans. Celana berbahan denim ini dikenal cukup kuat dan tidak perlu sering dicuci.
Bahkan, terlalu sering mencucinya justru membuat warna cepat pudar dan tekstur kain menjadi lebih kasar.
Selama tidak terkena noda atau bau menyengat, jeans masih layak dipakai beberapa kali dengan cukup diangin anginkan setelah digunakan.
Hal serupa juga berlaku untuk jaket atau outer seperti blazer dan cardigan.
Pakaian jenis ini umumnya hanya digunakan sebagai lapisan luar sehingga tidak banyak menyerap keringat. Jika tidak terlihat kotor, jaket bisa digunakan berulang kali tanpa perlu langsung dicuci.
Untuk pakaian seperti dress atau busana formal, frekuensi mencuci juga tidak harus terlalu sering.
Biasanya pakaian ini dipakai dalam durasi yang relatif singkat, sehingga tidak langsung kotor. Selama kondisinya masih bersih, penggunaannya bisa diulang sebelum akhirnya dicuci.
Sweater dan pakaian berbahan rajut juga termasuk yang tidak perlu sering dicuci.
Terlalu sering mencuci justru membuat bahan menjadi melar dan kehilangan bentuk aslinya. Cukup dengan menjemur atau mengangin anginkan, pakaian jenis ini bisa tetap segar untuk dipakai kembali.
Celana selain pakaian dalam juga tergolong fleksibel dalam hal frekuensi mencuci.