INSELEB.COM - Duka mendalam masih dirasakan keluarga Mpok Nori atas kepergian cucunya, Dwintha Anggary, yang tewas secara tragis. Perempuan berusia 37 tahun itu diduga dibunuh oleh pria berinisial FD, warga negara Irak yang diketahui merupakan suami sirinya.
Di balik kasus ini, keluarga mengungkap bagaimana hubungan keduanya bermula. Kisah tersebut disampaikan langsung oleh kakak korban, Diah, yang menyebut pertemuan Dwintha dan FD terjadi saat keduanya berada di Malaysia.
Dwintha diketahui merantau ke Malaysia karena ajakan sang bibi untuk bekerja. Di tempat itulah ia kemudian bertemu dengan FD yang juga berada di negara tersebut.
“Dulu adik saya kan diajak bibi saya ke Malaysia kerja, ceritanya. Nah, terus ketemu sama dia,” ungkap Diah.
Ia menambahkan, keberadaan FD di Malaysia berkaitan dengan kondisi negaranya yang saat itu tengah dilanda konflik.
“Dia itu kalau nggak salah dari Irak, pas ada perang. Nah dia jadi kayak yang diperbantuan untuk datang ke Malaysia gitu,” lanjutnya.
Pertemuan di negeri rantau itu kemudian berkembang menjadi hubungan yang lebih dekat. Keduanya akhirnya melanjutkan hubungan hingga ke Indonesia dan memutuskan menikah secara siri.
Dalam kehidupan rumah tangga, keluarga tidak melihat adanya tanda kekerasan fisik. Namun, perbedaan latar belakang budaya sempat memunculkan dinamika tersendiri.
“KDRT nggak pernah ada. Maksudnya kayaknya dia sayang sih sama adik saya,” ujar Diah.
Meski demikian, ia mengungkap adanya perbedaan pandangan dalam hal keuangan yang cukup mencolok.
“Tapi kalau menurut orang Irak itu kan perempuan nggak boleh pegang uang. Jadi ‘kamu mau apa silakan minta, saya penuhi’. Tapi kalau pegang uang kayaknya nggak dikasih,” jelasnya.
Diah juga menyebut, perdebatan kecil kerap terjadi, meski tidak sampai pada konflik besar.
“Paling ya debat-debat ringan saja. Cuma memang kalau orang sana nadanya tinggi-tinggi, jadi kita dengarnya kayak orang lagi berantem,” tuturnya.
Tragedi ini mencapai puncaknya saat Dwintha ditemukan meninggal dunia di kediamannya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. FD diduga menjadi pelaku dalam peristiwa tersebut.