INSELEB.COM – Jeonghan SEVENTEEN dipastikan menjalani jeda aktivitas karena alasan kesehatan, sehingga ia tidak bisa mengikuti rangkaian agenda grup yang padat menjelang penutupan tahun.
Kabar ini disampaikan resmi oleh PLEDIS Entertainment setelah Jeonghan mengalami kondisi yang membuatnya harus memprioritaskan pemulihan.
Dalam penjelasan agensi, Jeonghan disebut baru-baru ini mendatangi rumah sakit karena keluhan kesehatan, dengan gejala yang cukup mengganggu aktivitas.
PLEDIS menyebut Jeonghan mengalami pusing dan kemudian menjalani pemeriksaan medis menyeluruh. Dari hasil pemeriksaan itu, Jeonghan disarankan untuk mengurangi kegiatan dan beristirahat cukup.
Agensi juga menegaskan keputusan ini bukan diambil sepihak. Setelah berdiskusi serius, Jeonghan dan perusahaan sepakat untuk menghentikan sementara jadwalnya agar kondisi sang idol tidak semakin menurun.
PLEDIS menyampaikan alasan utamanya dengan kalimat tegas dan rinci.
“Jeonghan baru-baru ini mengunjungi rumah sakit untuk alasan kesehatan. Ia mengalami gejala pusing. Setelah pengecekan kesehatan secara menyeluruh, ia disarankan untuk meminimalkan jadwalnya dan mengambil istirahat yang cukup,” tulis PLEDIS.
PLEDIS melanjutkan, keputusan penghentian sementara aktivitas itu berlaku sampai penghujung Desember agar fokus pemulihan bisa dilakukan tanpa beban jadwal.
Agensi juga memastikan Jeonghan sedang beristirahat dan pihaknya akan mendukung penuh kebutuhan perawatan hingga kondisinya pulih.
Di sisi lain, pengumuman ini langsung berdampak pada agenda akhir tahun SEVENTEEN. Mengingat masa jedanya jatuh tepat saat musim festival musik, Jeonghan dipastikan absen dari beberapa panggung penutup tahun yang biasanya dinanti penggemar.
Jeonghan tidak dapat berpartisipasi dalam festival musik akhir tahun seperti SBS Gayo Daejeon, KBS Gayo Daechukje, dan MBC Gayo Daejejeon.
PLEDIS pun meminta publik dan penggemar tidak berspekulasi mengenai kondisi kesehatan Jeonghan, sekaligus menghindari kesalahpahaman yang bisa memperkeruh suasana.
Bagi CARAT, kabar ini tentu menimbulkan kekhawatiran, tetapi banyak pula yang menilai jeda adalah langkah paling masuk akal mengingat padatnya agenda akhir tahun dan kebutuhan pemulihan fisik.
Sebagai catatan, isu “hiatus Jeonghan” juga pernah muncul pada periode lain, tetapi konteksnya berbeda.