INSELEB.COM – Netflix resmi merilis penampakan pertama film animasi terbaru berjudul “STEPS”, sebuah film yang membalikkan sudut pandang klasik dongeng Cinderella. Jika selama ini saudara tiri digambarkan sebagai tokoh jahat, film ini justru menghadirkan mereka sebagai sosok yang baik hati namun disalahpahami.
Film ini dibintangi oleh Ali Wong dan Stephanie Hsu yang mengisi suara kedua saudara tiri tersebut. Dalam cuplikan perdana yang dibagikan akun @DiscussingFilm, penonton diperlihatkan tampilan karakter saudara tiri yang penuh warna, ekspresif, dan tidak lagi ditampilkan sebagai figur antagonis yang kejam.
“STEPS” dijadwalkan rilis pada tahun 2026 dan menjadi salah satu proyek animasi Netflix yang paling mencuri perhatian karena keberaniannya mengubah perspektif cerita klasik yang sudah turun-temurun.
Foto yang dirilis memperlihatkan salah satu saudara tiri memegang sepatu kaca ikon legendaris Cinderella dengan ekspresi percaya diri, namun tetap menyiratkan sisi baik dari karakter tersebut. Nuansa visual yang kuat menegaskan bahwa film ini akan membawa pengalaman baru bagi para penonton.
Gelombang respons langsung muncul di media sosial, terutama di platform X (Twitter). Banyak pengguna memberikan komentar beragam, mulai dari kritik terhadap tren film modern hingga pujian karena memberikan “keadilan” pada karakter yang biasanya dibenci.
Sebagian warganet menilai film ini seperti upaya memberikan “redeem arc” kepada tokoh yang selama ini dikenal jahat.
“They giving the evil step sisters a redemption arc AND a glow up?” akun @north***tulisnya
Ada juga yang menyindir Hollywood yang semakin sering membalikkan sudut pandang cerita klasik.
“Just go ahead and retell Faust from the point of view of Mephistopheles at this point.” Akun @mike_dosc***tulisnya
Tak sedikit yang menyoroti bagaimana film ini menampilkan saudara tiri Cinderella sebagai sosok yang tidak lagi berpenampilan buruk.
“At least this is the first ever step sister in the history of Cinderellas that’s not ugly.” @danielgeniu***tulisnya
Beberapa netizen menilai industri film hanya mencari formula baru tanpa fokus pada kualitas cerita.
“Then they will wonder why their numbers are flopping… instead of ‘we shouldn’t make trash’.” akun @candyc***tulisnya
Namun, ada juga yang merasa film ini memberikan representasi yang lebih adil untuk karakter yang selama ini dipersepsikan buruk.