INSELEB.COM - Isi percakapan antara Inara Rusli dan Wardatina Mawa akhirnya terungkap ke publik setelah dibacakan langsung oleh Richard Lee dalam konten YouTube terbarunya bersama Insanul Fahmi.
Chat tersebut selama ini menjadi salah satu bukti yang dibawa Wardatina saat melaporkan suaminya dan Inara ke Polda Metro Jaya atas dugaan perselingkuhan.
Dalam video itu, Richard Lee menjelaskan bahwa isi percakapan keduanya diperoleh setelah dirinya mendapat izin dari Insanul Fahmi untuk membacakan sebagian pesan.
Ia menegaskan bahwa tidak semua chat dibuka ke publik karena beberapa bagian dianggap terlalu pribadi.
“Jadi pada waktu itu Inara dan Mawa saling chat dan DM-DM gitu. Ini saya tidak bacakan semuanya karena menurut saya juga tidak perlu dibacakan semua,” ujar Richard Lee.
Ia kemudian menyampaikan bahwa inti dari percakapan tersebut menunjukkan Inara menanyakan kondisi rumah tangga Mawa dan Insanul.
“Intinya adalah seperti yang disampaikan Mawa, Inara menanyakan tentang hubungan keluarga kalian, rumah tangga kalian,” sambungnya.
Dalam chat itu, menurut Richard, Inara menyebut bahwa antara Mawa dan Insanul sudah terjadi talak dua.
“Inara bilang 'sudah ada talak dua ya,' Dia bilang kayak gitu. Tapi Mawa bilang, ‘Enggak, baik-baik saja’. Itu yang saya tangkap dari chat ini,” kata Richard Lee.
Richard juga membeberkan bagian lain percakapan yang menunjukkan niat Inara untuk melangkah ke jenjang pernikahan dengan Insanul.
“Ini saya kutip omongan Inara ya, ‘Bahwa sudah talak dua dan sudah pisah rumah juga’. Atas dasar itu dia mengucapkan niat baik untuk melangkah ke jenjang pernikahan,” ungkapnya.
Namun, menurut Richard, klaim itu dibantah oleh Mawa. Dalam chat yang dibacakan, Mawa menyampaikan bahwa rumah tangganya justru baik-baik saja dan tidak pernah mengalami kondisi seperti yang disebut Inara.
“Wah sepertinya tidak ada sama sekali deh, Kak. Astaghfirullah. Pisah rumah, Kak?” tulis Mawa dalam percakapan tersebut.
Richard Lee kemudian membacakan bagian pesan di mana Inara mengungkapkan kekecewaannya terhadap Insanul. Dalam pesan yang sama, Inara menyebut dirinya merasa dijebak untuk menerima poligami.