Pernyataan Minola tidak berhenti di situ.
Ia mengungkap kecurigaannya bahwa konferensi pers yang dilakukan pihak Sarwendah memiliki motif tertentu.
Menurutnya, preskon itu justru menimbulkan kesan bahwa Ruben sedang kesulitan finansial atau 'terlihat miskin'.
“Kami menduga ini sengaja diarahkan untuk menciptakan citra buruk tentang klien kami,” ungkap Minola dalam keterangannya.
Di tengah polemik, Minola kembali memberikan klarifikasi tambahan.
Ia menyebut bahwa Ruben selama ini tetap memenuhi kewajiban finansial kepada Sarwendah.
Termasuk uang bulanan sebesar Rp200 juta untuk kebutuhan hidup Sarwendah dan anak-anak, yang disebut tidak pernah telat.
Fakta ini dikemukakan untuk meluruskan kesan bahwa Ruben tidak mampu mengurus kewajiban finansialnya.
Sementara itu, meski belum memberikan pernyataan langsung, sikap Sarwendah menggelar konferensi pers dianggap sebagai bentuk protes terhadap cara penagihan debt collector.
Kuasa hukumnya menilai bahwa Sarwendah berhak merasa terganggu, apalagi insiden tersebut berdampak pada kondisi psikologis anak-anaknya.
Polemik ini pun semakin melebar dan ramai diperbincangkan publik.
Sebagian mempertanyakan alasan pihak Sarwendah membawa persoalan ini ke media.
Sementara lainnya menilai Ruben turut bertanggung jawab karena mobil yang ditagihkan menggunakan namanya.