INSELEB.COM - Kreativitas visual kembali mengalami lonjakan berkat hadirnya prompt Gemini AI yang mampu mengubah foto biasa menjadi karya seni bawah air yang dramatis dan emosional.
Sebuah foto yang beredar di media sosial menampilkan seorang pria seolah-olah sedang melayang di bawah permukaan air di bawah sebuah pintu kayu pucat yang mengambang.
Potret tersebut terlihat sangat realistis, lengkap dengan gradasi warna biru laut yang dalam dan efek pantulan cahaya dari permukaan air.
Menariknya, hasil visual tersebut bukan diambil di kolam, bukan juga hasil sesi foto profesional bawah air.
Semua tampilan dramatis itu dibuat hanya dengan satu foto biasa dan prompt Gemini AI.
Atmosfer yang tercipta dalam foto itu menghadirkan kesan hening, emosional, dan kontemplatif, seolah menggambarkan seseorang yang sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Banyak warganet mengira foto tersebut menggunakan penyelam profesional, kamera underwater housing mahal, serta teknik pencahayaan kompleks.
Padahal, seluruh detail tersebut diatur hanya melalui instruksi teks, tanpa perlengkapan fotografi apa pun.
Berikut contoh prompt Gemini AI yang digunakan untuk menghasilkan foto bergaya sinematik tersebut.
- "Buat foto bawah air hiper-realistis yang menampilkan subjek mengapung tenang di bawah sebuah pintu kayu pucat yang melayang horizontal tepat di bawah permukaan air. Tubuh subjek berada dalam posisi lurus sejajar dengan dasar frame, tangan rileks, dan wajah menghadap ke atas menuju permukaan. Gunakan pencahayaan alami dari sinar matahari di atas untuk menciptakan efek lembut dan gradasi warna biru yang dalam. Suasana keseluruhan harus hening, emosional, dan sinematik, tanpa objek tambahan lain di sekitar."
- "Tampilkan subjek mengenakan pakaian gelap longgar yang mengambang perlahan di air, dengan aliran gelembung kecil bergerak naik menuju permukaan. Pintu empat panel muncul sebagai elemen utama di bagian atas frame, dengan tekstur kayu dan sorotan cahaya yang jelas. Komposisi dibuat wide-angle, seolah kamera berada di kedalaman yang sama dengan subjek, menjaga garis tubuh tetap horizontal dan menciptakan ruang negatif luas di sekelilingnya. Mood gambar harus sunyi, dramatis, dan menyiratkan kesan tenggelam dalam pikiran atau perasaan."
Kedua prompt ini menjadi rujukan banyak kreator digital yang ingin menghasilkan visual bertema emosional tanpa harus melakukan pemotretan bawah air secara nyata.
Hasil akhirnya tampak sinematik, seolah cuplikan dari film drama psikologis atau sampul album musik yang atmosferik.
Fenomena ini menunjukkan bahwa AI bukan hanya alat teknis, tetapi juga sarana berekspresi artistik yang kuat.
Dengan hanya mengandalkan kata-kata, seseorang kini dapat menciptakan karya visual yang kaya makna dan penuh nuansa.
Banyak pengguna internet mulai bereksperimen, mencoba memadukan momen pribadi dengan gaya sinematik yang dramatis seperti ini.