INSELEB.COM - Mendaki gunung saat ini sudah menjadi trend tersendiri di kalangan anak muda, terutama Gen Z. Mulai dari yang memang menjalankan hobi, atau sekedar untuk update di media sosialnya.
Hal ini juga kerap dikaitkan sebagai coping mechanism ala Gen Z pasca mengalami patah hati atau populer disebut 'life after breakup'.
Tak ayal, banyak pula yang mengalami Fear of Missing Out (FOMO) untuk memamerkan foto pendakian di media sosial.
Untuk mendaki gunung, tentunya diperlukan persiapan yang matang. Selain itu, kondisi tubuh yang prima juga mesti menjadi perhatian.
Bagi orang yang tak terbiasa melakukan pendakian, apalagi jika tanpa pemandu, dapat berisiko fatal.
Di zaman dengan perkembangan penggunaan AI yang makin masif, kita bisa meng-generate foto sesuai dengan yang diinginkan.
AI generated photo juga bisa menjadi solusi bagi yang FOMO trend mendaki gunung. Namun, usahakan prompt yang digunakan detail, agar hasil bisa sesuai dengan keinginan.
Berikut prompt yang bisa dicoba untuk dipakai pada Gemini AI:
"Edit foto berikut dengan pemandangan di Bromo Tengger Semeru dengan nuansa pagi hari yang cerah, realistis ditambahi lautan awan yang membuat suasana menjadi lebih hangat. menggunakan outfit serba putih, jaket puff tebal berwarna putih, penutup telinga warna putih yang lembut, dan topi berwarna putih. Rambutnya senada dengan outfit yang sangat menyatu. Memakai kaca mata minus. Angle foto dari depan. Si wanita berpose duduk di kursi lipat, dan di sampingnya ada tenda. dia duduk santai namun tetap fotogenik. Ingat jangan ubah wajah agar realistis".
Nama gunung dan deskripsi outfit bisa diganti sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.
*Yasmin Faicha/Peserta Magang Kemnaker Batch 1.