Hal itu memicu opini bahwa brand seharusnya lebih mempertimbangkan reputasi sebelum kolaborasi.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana branding di era digital sangat rentan terhadap persepsi publik.
Meski dihujat, Azizah tetap melenggang di runway dengan percaya diri.
Beberapa penggemarnya juga memberi dukungan.
"tp body dia emang bagus kok, yg bilang ga cocok itu dmnanya siih ? heran gw," tulis akun TikTok @tehma***.
Pihak Erspo sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait gelombang boikot yang ramai.
Banyak yang menunggu apakah brand akan mempertahankan keputusan atau merespons tuntutan publik.
Kasus ini menambah daftar selebritas yang terseret cancel culture di Indonesia.
Dari satu video catwalk, nama Azizah Salsha kini jadi topik perdebatan besar, sebagian menilai ia layak diberi kesempatan kedua, sebagian lain menganggap publik berhak bersuara lewat boikot.
Kejadian ini menegaskan satu hal, di era media sosial, reputasi figur publik dan keputusan brand sangat berpengaruh terhadap opini publik.
Satu langkah di atas panggung bisa menimbulkan badai besar di dunia maya.