Tapi ia menilai setiap perempuan punya hak untuk mengekspresikan dirinya sesuai kenyamanan masing-masing.
“Aku cuma mau jadi versi terbaik dari diriku. Kalau itu salah di mata orang lain, ya biar saja,” tambahnya dalam unggahan lain.
Advertisements
Fenomena ini kembali membuka perdebatan soal standar kecantikan di media sosial.
Hak perempuan atas tubuhnya sendiri, serta batas kebebasan berekspresi di dunia maya.
Banyak pihak menilai, langkah Dewi bisa jadi inspirasi bagi perempuan lain untuk berani tampil apa adanya tanpa harus takut akan stigma masyarakat.
Advertisements