Namun, pernyataan tersebut kemudian dibantah langsung oleh Dhyo Haw.
Ia menjelaskan bahwa dirinya memang berada di kota yang sama.
Tetapi tidak ikut ngamen seperti yang disebutkan.
“Nggak ada ngamen, kawan-kawan. Kita cuma bakar ikan di pantai. Ketemu doi (Dede) cuma di bandara,” tulis Dhyo Haw lewat unggahan klarifikasinya di Instagram pribadinya.
Tak hanya itu, pria bernama Fandi, yang disebut-sebut dalam cerita Dede, juga memberikan klarifikasi.
Ia mengaku bukan pihak penyelenggara acara.
Melainkan investor yang justru merasa dirugikan dalam proyek tersebut.
“Selaku investor yang menginvestasikan uang sebesar 550 juta ke acara tersebut dan sampai per hari ini uang tersebut belum dikembalikan,” ujar Fandi dalam pernyataan resminya pada media 20 oktober 2025, kemarin.
“Kami sama sekali tidak pernah menerima laporan dari panitia.
Sampai sekarang pun belum tahu berapa jumlah tiket yang terjual,” lanjutnya.
Fandi juga menegaskan akan mengambil langkah hukum jika namanya terus disebut tanpa bukti yang jelas.
“Kalau sampai ada komentar yang menyebutkan nama saya atau nama Kirana Entertainment, saya tidak segan-segan melaporkan ke kantor polisi atas pencemaran nama baik,” tegasnya.
Masalah ini disebut Dede tak hanya membuatnya rugi secara materi.