Kolaborasi ini jadi bukti bahwa Tiara nggak main-main dalam mempersiapkan proyek keduanya.
Sebelum albumnya dirilis, Tiara sudah lebih dulu memperkenalkan salah satu lagu berjudul Adu Bola Mata.
Lagu ini menampilkan warna musik yang ringan, groovy, dan penuh energi positif.
Meski terdengar ceria, liriknya tetap punya nuansa romantis khas Tiara, tentang perasaan malu-malu yang disampaikan lewat tatapan.
Total, album Edelweiss akan berisi lima lagu baru, ditambah dua lagu lama, yaitu Kupu-Kupu dan Bukan Untukku.
Dengan begitu, pendengar bisa menikmati perjalanan musikal Tiara dari masa ke masa dalam satu paket lengkap.
Lewat album ini, Tiara seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya nggak lagi hanya menjadi penyanyi jebolan ajang pencarian bakat.
Ia berkembang menjadi musisi yang tahu arah dan pesan yang ingin disampaikan.
Edelweiss menjadi simbol transformasi dari remaja berbakat menjadi artis yang lebih dewasa dan punya ciri khas kuat.
Dari sisi konsep, Tiara juga berani tampil lebih eksperimental, baik secara aransemen maupun visual.
Ia ingin setiap lagu di album ini punya makna sendiri, tapi tetap terhubung dengan benang merah, kejujuran dan keabadian dalam perasaan.
Bagi penggemar setianya, album ini jelas jadi momen yang ditunggu.