“Aku enggak marah, tapi kecewa dan aku percaya sama dia, tapi kalau soal anak, aku enggak bisa kompromi,” ujar Jennifer lagi.
Langkah berani Jennifer Coppen ini langsung menuai reaksi beragam dari publik.
Banyak yang mendukung keputusannya dan memuji ketegasannya sebagai ibu muda yang sadar digital.
Tak sedikit juga warganet yang mengaku belajar dari pengalaman Jennifer.
Sementara itu, sebagian lainnya menilai keputusan Jennifer justru menjadi pengingat bagi banyak keluarga muda agar lebih selektif dalam mempercayakan anak kepada pengasuh.
Fenomena ini membuka kembali pembahasan soal digital parenting yaitu cara mendidik dan melindungi anak di dunia maya.
Jennifer menegaskan bahwa menjadi ibu muda bukan alasan untuk abai terhadap hal-hal penting seperti ini.
“Aku masih belajar jadi ibu, tapi aku tahu satu hal dunia sekarang beda dan kita harus pintar-pintar jaga anak, bukan cuma di dunia nyata, tapi juga di dunia digital,” tutup Jennifer.