Adegan tersebut menuai kritik dari sebagian netizen yang menilai konsepnya tidak sensitif terhadap isu sosial, terutama yang berkaitan dengan ras dan sistem penahanan di Amerika Serikat.
Meski begitu, banyak pula penggemar yang tetap memuji keberaniannya dan menganggap konsep itu sebagai bentuk comeback yang ikonik.
Reaksi warganet pun terbelah.
Sebagian fans menulis komentar penuh antusias.
"10 years and we got the most iconic era collection of King Kylie," tulis akun Instagram @kyliejennercloset.
Dari sisi bisnis, kembalinya King Kylie tampak sebagai strategi cerdas.
Tren nostalgia sedang populer di kalangan Gen Z dan milenial, sementara merek Kylie Cosmetics dikenal lihai membangun hype melalui estetika visual yang kuat.
Peluncuran ini bisa memperkuat citra Kylie sebagai ikon kecantikan modern yang tahu cara memainkan ingatan publik.
Terlepas dari pro dan kontra, satu hal jelas, Kylie Jenner berhasil membuat dunia berbicara lagi tentang dirinya.
King Kylie bukan sekadar nama lama yang dihidupkan kembali, tapi juga simbol dari siklus karier seorang selebritas yang tahu bagaimana mengendalikan panggung popularitas.