Produktivitas Padi di Metro Terus Menurun, Kerusakan Irigasi Jadi Sorotan Utama

Desi Elvayana - Jumat, 10 Okt 2025 - 23:33 WIB
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro - TikTok/@ekasn
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID — Produktivitas padi di Kota Metro mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. 

Salah satu penyebab utamanya adalah kerusakan jaringan irigasi tersier (JIT) di sejumlah kawasan persawahan kota.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro. 

Heri Wiratno, mengatakan bahwa kondisi JIT saat ini banyak yang bocor, tersumbat, dan tidak berfungsi optimal. 

Advertisements

Akibatnya, suplai air ke lahan pertanian menjadi tidak lancar.

“Jika kita lihat data lima tahun terakhir, tren produksi padi di Metro ini terus menurun. Tahun 2020 produksi mencapai 31.513 ton, di 2021 naik menjadi 31.723 ton. Kemudian, produksi padi terus turun sampai di angka 30.558 ton di tahun 2023. Tahun 2024 hanya naik tipis ke 30.712 ton. Bila ditotal, kita sudah kehilangan sekitar seribu ton produksi dalam lima tahun terakhir ini,” ungkapnya, mengutip dari Radarlampungdisway.

Menurut Heri, banyak petani kini harus menggunakan pompa tambahan untuk mengairi sawah mereka karena saluran irigasi tidak berfungsi maksimal. 

Hal tersebut membuat biaya produksi semakin besar.

Advertisements

“Di sisi lain, Komisi Irigasi juga lebih aktif dalam mengatur pola tanam dan tata air. Bantuan alat mesin pertanian juga datang dari segala arah, dan kemudahan subsidi listrik untuk irigasi perpompaan juga diberikan PLN,” kata Heri Wiratno, tambahnya.

Ia menegaskan pentingnya peran kelompok tani (Poktan) dan perkumpulan petani pemakai air (P3A). 

Dalam menjaga keberlanjutan jaringan irigasi setelah perbaikan dilakukan, agar saluran tidak kembali rusak.


Petani Keluhkan Biaya Produksi yang Meningkat

Advertisements

Kerusakan jaringan irigasi membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan pompa dan bahan bakar. 

Beberapa petani mengaku penghasilan mereka menurun karena hasil panen tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements
Konten dibawah ini adalah iklan platform MGID. Inseleb.com tidak terkait dengan materi konten ini.

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements