Ironisnya, hanya dua hari sebelumnya polisi sudah menyatakan menangkap pria berinisial WFT di Madiun.
Pria berusia 22 tahun itu sempat disebut sebagai Bjorka.
Advertisements
Namun, kemunculan baru akun @bjorkanism di Instagram memunculkan keraguan publik.
Pertanyaan besar pun muncul: apakah polisi menangkap orang yang tepat?
Masyarakat tentu menuntut transparansi digital forensik agar tidak muncul kebingungan lebih jauh.
Tanpa kejelasan, kepercayaan publik bisa semakin terkikis, dan sosok Bjorka tetap dianggap masih bebas berkeliaran.
Advertisements