Ia terinspirasi dari perjalanan seorang ibu lintas iman yang benar-benar memperjuangkan hak asuh anaknya di pengadilan.
“Film ini lahir dari kisah nyata perjuangan seorang ibu lintas iman memperjuangkan hak asuh anaknya. sebuah perjalanan emosional yang hangat namun penuh tantangan,” ungkapnya.
Dengan pengemasan sinematis, ia berharap penonton tidak hanya meneteskan air mata, tapi juga merenungi makna keteguhan hati seorang ibu.
Resonansi Sosial
Film ini hadir bukan sekadar tontonan, tapi juga refleksi.
Tentang bagaimana cinta lintas agama sering kali berhadapan dengan stigma.
Tentang bagaimana seorang anak tetap melihat ibunya sebagai “Mama”, meski dunia di sekitarnya menghakimi.
Reaksi awal penonton yang menyaksikan trailer sudah beragam.
Banyak komentar di media sosial menyebut film ini akan jadi salah satu drama keluarga paling emosional di 2025.
Kru dan Produksi
Naskah ditulis oleh Archie Hekagery dan Lina Nurmalina.
Keduanya dikenal piawai menghadirkan dialog tajam namun tetap menyentuh hati.
Proses produksi melibatkan berbagai aktor pendukung yang menambah kekuatan cerita, termasuk Elma Theana, Della Dartyan, hingga aktor cilik Humaira Jahra.